Gonore adalah penyakit menular seksual (PMS) yang umum disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penyakit ini dapat menginfeksi pria dan wanita, menyerang area seperti alat kelamin, rektum, dan tenggorokan. Artikel ini secara khusus membahas gonore pada pria, meliputi gejala, penyebab, cara diagnosis, pengobatan, dan pencegahannya. Memahami informasi ini penting agar Anda dapat mengambil langkah-langkah pencegahan dan mencari pengobatan yang tepat jika terinfeksi.
Apa Itu Gonore?
Gonore adalah infeksi bakteri yang menyebar melalui hubungan seksual vaginal, anal, atau oral. Bakteri ini berkembang biak di area yang hangat dan lembab pada tubuh, termasuk uretra (saluran kencing), mata, tenggorokan, vagina, anus, dan saluran reproduksi wanita. Jika tidak diobati, gonore dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk infertilitas.
Penyebab Gonore pada Pria
Penyebab utama gonore adalah infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penularan terjadi melalui:
- Hubungan seksual vaginal, anal, atau oral tanpa kondom.
- Kontak langsung dengan cairan tubuh yang terinfeksi, seperti air mani atau cairan vagina.
- Dari ibu hamil kepada bayinya selama persalinan.
Orang yang aktif secara seksual dan memiliki banyak pasangan memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular gonore. Menggunakan kondom secara konsisten dan benar dapat membantu mengurangi risiko penularan.
Gejala Gonore pada Pria
Gejala gonore pada pria bisa bervariasi, dan beberapa pria mungkin tidak mengalami gejala sama sekali (asimtomatik). Namun, jika gejala muncul, biasanya terlihat dalam waktu 2 hingga 30 hari setelah terinfeksi. Gejala yang umum meliputi:
- Nyeri saat buang air kecil: Sensasi terbakar atau nyeri saat buang air kecil adalah salah satu gejala yang paling sering dilaporkan.
- Keluarnya cairan dari penis: Cairan ini bisa berwarna putih, kuning, atau hijau.
- Nyeri atau bengkak pada salah satu atau kedua testis: Ini adalah komplikasi yang disebut epididimitis, yang dapat menyebabkan infertilitas jika tidak diobati.
- Sakit tenggorokan: Jika gonore menginfeksi tenggorokan melalui seks oral, dapat menyebabkan sakit tenggorokan.
- Nyeri atau gatal pada anus: Jika gonore menginfeksi rektum melalui seks anal, dapat menyebabkan nyeri, gatal, dan keluarnya cairan dari anus.
Penting untuk diingat bahwa tidak semua pria dengan gonore mengalami gejala. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan rutin jika Anda aktif secara seksual, terutama jika Anda memiliki banyak pasangan.
Komplikasi Gonore pada Pria
Jika tidak diobati, gonore dapat menyebabkan komplikasi serius pada pria, termasuk:
- Epididimitis: Peradangan pada epididimis (saluran yang menyimpan dan membawa sperma) dapat menyebabkan nyeri, bengkak, dan bahkan infertilitas.
- Penyebaran infeksi ke area lain: Gonore dapat menyebar ke area lain dalam tubuh melalui aliran darah, menyebabkan infeksi pada persendian (arthritis diseminata), jantung (endokarditis), atau otak (meningitis), meskipun kasus ini jarang terjadi.
- Infertilitas: Dalam kasus yang jarang terjadi, gonore yang tidak diobati dapat menyebabkan infertilitas.
Diagnosis Gonore pada Pria
Diagnosis gonore biasanya dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium terhadap sampel cairan dari uretra, rektum, atau tenggorokan. Dokter akan mengambil sampel menggunakan swab dan mengirimkannya ke laboratorium untuk diuji keberadaan bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penting untuk jujur dengan dokter tentang riwayat seksual Anda agar mereka dapat melakukan pengujian yang tepat.
Jenis tes yang umum digunakan meliputi:
- Tes kultur: Tes ini menumbuhkan bakteri dari sampel untuk mengidentifikasi keberadaan Neisseria gonorrhoeae.
- Tes amplifikasi asam nukleat (NAAT): Tes ini mencari materi genetik bakteri dalam sampel. NAAT lebih sensitif daripada tes kultur dan dapat memberikan hasil yang lebih cepat.
Pengobatan Gonore pada Pria
Gonore dapat diobati dengan antibiotik. Penting untuk mengikuti instruksi dokter dengan seksama dan menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan, bahkan jika Anda merasa lebih baik. Pengobatan yang umum meliputi:
- Injeksi ceftriaxone: Biasanya diberikan sebagai dosis tunggal melalui suntikan.
- Antibiotik oral: Azitromisin atau doksisiklin kadang-kadang diresepkan sebagai tambahan untuk ceftriaxone untuk mengobati infeksi lain yang mungkin ada bersamaan.
Penting untuk memberitahu pasangan seksual Anda agar mereka juga dapat diperiksa dan diobati. Ini akan membantu mencegah penyebaran infeksi dan mengurangi risiko reinfeksi.
Resistensi Antibiotik: Penting untuk dicatat bahwa beberapa strain Neisseria gonorrhoeae telah menjadi resisten terhadap antibiotik tertentu. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti rekomendasi pengobatan dari dokter Anda dan menjalani tes tindak lanjut untuk memastikan bahwa infeksi telah sembuh.
Pencegahan Gonore
Ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mengurangi risiko tertular gonore:
- Gunakan kondom: Gunakan kondom lateks atau poliuretan setiap kali Anda melakukan hubungan seksual vaginal, anal, atau oral.
- Batasi jumlah pasangan seksual: Semakin banyak pasangan seksual yang Anda miliki, semakin tinggi risiko Anda tertular PMS, termasuk gonore.
- Komunikasi terbuka dengan pasangan seksual: Bicarakan tentang riwayat seksual Anda dan lakukan pemeriksaan PMS secara teratur.
- Hindari berhubungan seksual dengan orang yang memiliki gejala PMS: Jika pasangan Anda memiliki gejala seperti nyeri saat buang air kecil, keluarnya cairan dari penis, atau luka pada alat kelamin, hindari berhubungan seksual sampai mereka diperiksa dan diobati.
- Pemeriksaan rutin: Jika Anda aktif secara seksual, lakukan pemeriksaan PMS secara rutin, bahkan jika Anda tidak memiliki gejala.
Kapan Harus ke Dokter?
Anda harus segera menemui dokter jika Anda mengalami gejala gonore, seperti nyeri saat buang air kecil atau keluarnya cairan dari penis. Anda juga harus menemui dokter jika Anda telah melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang menderita gonore. Diagnosis dan pengobatan dini dapat membantu mencegah komplikasi serius.
Kesimpulan
Gonore adalah PMS umum yang dapat diobati dengan antibiotik. Namun, penting untuk mengambil langkah-langkah pencegahan dan mencari pengobatan yang tepat jika terinfeksi. Dengan memahami gejala, penyebab, cara diagnosis, pengobatan, dan pencegahan gonore, Anda dapat melindungi diri sendiri dan pasangan Anda dari infeksi ini.
Selalu ingat untuk menggunakan kondom, membatasi jumlah pasangan seksual, berkomunikasi terbuka dengan pasangan, dan melakukan pemeriksaan PMS secara rutin.





Tinggalkan komentar