Gonore pada Pria: Mengenal Lebih Dekat Penyebab dan Dampaknya
Gonore adalah infeksi menular seksual (IMS) yang umum disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penyakit ini dapat menyerang pria dan wanita, dan jika tidak diobati, dapat menyebabkan komplikasi serius. Pada artikel ini, kita akan fokus membahas penyebab gonore pada pria, gejala yang mungkin timbul, bagaimana diagnosis dilakukan, serta langkah-langkah pencegahan yang bisa diambil.
Bagaimana Gonore Menyebar pada Pria?
Penyebab utama gonore pada pria adalah kontak seksual dengan orang yang terinfeksi. Ini berarti bakteri Neisseria gonorrhoeae berpindah dari satu orang ke orang lain melalui:
- Hubungan Seksual Vaginal: Penetrasi penis ke dalam vagina tanpa menggunakan kondom merupakan cara penularan yang paling umum.
- Hubungan Seksual Anal: Gonore dapat menyebar melalui hubungan seks anal, baik sebagai penerima maupun pemberi.
- Hubungan Seksual Oral: Meskipun kurang umum dibandingkan hubungan seksual vaginal dan anal, gonore dapat menular melalui seks oral, terutama jika ada luka terbuka atau iritasi di mulut atau alat kelamin.
- Berbagi Mainan Seksual: Berbagi mainan seksual tanpa membersihkannya setelah digunakan oleh seseorang yang terinfeksi dapat menyebarkan bakteri gonore.
Penting untuk dicatat bahwa gonore tidak dapat menyebar melalui kontak fisik biasa seperti berpelukan, berciuman (kecuali seks oral), berbagi makanan atau minuman, atau menggunakan toilet yang sama.
Faktor Risiko Gonore pada Pria
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seorang pria terkena gonore, antara lain:
- Berganti-ganti Pasangan Seksual: Semakin banyak pasangan seksual yang dimiliki seseorang, semakin tinggi risiko terpapar IMS, termasuk gonore.
- Tidak Menggunakan Kondom: Penggunaan kondom yang konsisten dan benar selama hubungan seksual dapat secara signifikan mengurangi risiko penularan gonore.
- Memiliki Riwayat IMS Lainnya: Seseorang yang pernah terinfeksi IMS lain, seperti klamidia atau sifilis, memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena gonore di masa depan.
- Berusia Muda: Pria muda, terutama mereka yang berusia di bawah 25 tahun, cenderung lebih rentan terhadap infeksi gonore karena perilaku seksual yang lebih berisiko dan kurangnya kesadaran tentang pencegahan IMS.
- Pasangan Seksual yang Terinfeksi: Jika pasangan seksual Anda terdiagnosis gonore, penting untuk segera memeriksakan diri dan mendapatkan pengobatan jika diperlukan.
Gejala Gonore pada Pria: Apa yang Perlu Diwaspadai?
Gejala gonore pada pria dapat bervariasi, dan beberapa pria mungkin tidak mengalami gejala sama sekali (asimtomatik). Namun, jika gejala muncul, mereka biasanya muncul dalam waktu 2 hingga 14 hari setelah terinfeksi. Gejala yang paling umum meliputi:
- Keluarnya Cairan dari Penis: Cairan ini bisa berwarna putih, kuning, atau hijau, dan mungkin disertai dengan rasa sakit atau perih saat buang air kecil.
- Rasa Sakit atau Perih Saat Buang Air Kecil: Sensasi terbakar atau nyeri saat buang air kecil adalah salah satu gejala yang paling sering dilaporkan.
- Nyeri atau Pembengkakan pada Testis: Gonore dapat menyebar ke epididimis (saluran yang membawa sperma dari testis), menyebabkan nyeri dan pembengkakan pada testis.
- Nyeri Tenggorokan: Jika gonore menular melalui seks oral, dapat menyebabkan sakit tenggorokan, meskipun ini kurang umum.
- Nyeri pada Dubur: Jika gonore menular melalui seks anal, dapat menyebabkan nyeri, gatal, atau keluarnya cairan dari dubur.
Jika Anda mengalami salah satu dari gejala di atas, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Penundaan pengobatan dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius.
Diagnosis Gonore pada Pria: Bagaimana Dokter Memastikan?
Diagnosis gonore biasanya dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium. Dokter akan mengambil sampel dari area yang terinfeksi, seperti:
- Uretra: Sampel cairan diambil dari uretra menggunakan kapas khusus.
- Tenggorokan: Jika ada riwayat seks oral, sampel diambil dari tenggorokan.
- Dubur: Jika ada riwayat seks anal, sampel diambil dari dubur.
Sampel tersebut kemudian akan diuji di laboratorium untuk mendeteksi keberadaan bakteri Neisseria gonorrhoeae. Tes yang umum digunakan meliputi:
- Kultur: Menumbuhkan bakteri dalam media khusus untuk mengidentifikasi Neisseria gonorrhoeae.
- Tes Amplifikasi Asam Nukleat (NAAT): Tes ini mendeteksi materi genetik bakteri dan sangat sensitif, sehingga dapat mendeteksi infeksi bahkan jika jumlah bakteri sedikit.
Selain itu, dokter mungkin juga melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat seksual Anda untuk membantu dalam diagnosis.
Pengobatan Gonore pada Pria: Bagaimana Cara Menyembuhkannya?
Gonore dapat diobati dengan antibiotik. Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik injeksi atau oral, tergantung pada tingkat keparahan infeksi. Penting untuk menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan antibiotik, bahkan jika Anda merasa lebih baik setelah beberapa hari. Ini untuk memastikan bahwa semua bakteri telah terbunuh dan mencegah resistensi antibiotik.
Antibiotik yang umum digunakan untuk mengobati gonore meliputi:
- Ceftriaxone: Biasanya diberikan melalui suntikan.
- Azithromycin: Biasanya diberikan secara oral.
- Doxycycline: Alternatif lain yang diberikan secara oral.
Penting untuk memberi tahu dokter Anda jika Anda memiliki alergi terhadap antibiotik tertentu. Selain itu, penting untuk menghindari hubungan seksual sampai Anda dan pasangan seksual Anda telah menyelesaikan pengobatan dan dinyatakan bebas dari infeksi.
Komplikasi Gonore pada Pria: Apa yang Bisa Terjadi Jika Tidak Diobati?
Jika gonore tidak diobati, dapat menyebabkan komplikasi serius pada pria, termasuk:
- Epididimitis: Infeksi pada epididimis dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan bahkan infertilitas.
- Prostatitis: Infeksi pada kelenjar prostat dapat menyebabkan nyeri, kesulitan buang air kecil, dan disfungsi seksual.
- Striktur Uretra: Peradangan kronis pada uretra dapat menyebabkan penyempitan uretra, sehingga sulit buang air kecil.
- Infertilitas: Dalam kasus yang jarang terjadi, gonore yang tidak diobati dapat menyebabkan infertilitas.
- Infeksi Disseminata: Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, gonore dapat menyebar ke aliran darah dan menginfeksi sendi, kulit, dan jantung.
Komplikasi ini dapat memiliki dampak jangka panjang pada kesehatan dan kualitas hidup Anda. Oleh karena itu, sangat penting untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan dini jika Anda mencurigai diri Anda terinfeksi gonore.
Pencegahan Gonore pada Pria: Bagaimana Cara Melindungi Diri?
Ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mengurangi risiko terkena gonore:
- Gunakan Kondom: Gunakan kondom yang baru dan benar setiap kali Anda berhubungan seksual, baik vaginal, anal, maupun oral.
- Batasi Jumlah Pasangan Seksual: Semakin sedikit pasangan seksual yang Anda miliki, semakin rendah risiko Anda terpapar IMS.
- Komunikasikan dengan Pasangan Seksual Anda: Bicarakan dengan pasangan seksual Anda tentang riwayat seksual mereka dan pastikan mereka juga melakukan pemeriksaan IMS secara teratur.
- Lakukan Pemeriksaan IMS Rutin: Jika Anda aktif secara seksual, pertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan IMS rutin, terutama jika Anda memiliki beberapa pasangan seksual atau tidak menggunakan kondom secara konsisten.
- Hindari Berbagi Mainan Seksual: Jika Anda berbagi mainan seksual, pastikan untuk membersihkannya dengan sabun dan air setelah setiap penggunaan.
- Vaksinasi: Meskipun tidak ada vaksin untuk gonore secara langsung, vaksinasi terhadap Hepatitis B dan HPV dapat membantu melindungi Anda dari infeksi lain yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual.
Dengan mengambil langkah-langkah pencegahan ini, Anda dapat secara signifikan mengurangi risiko terkena gonore dan IMS lainnya.
Kesimpulan
Gonore adalah infeksi menular seksual yang umum dan dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak diobati. Penyebab utama gonore pada pria adalah kontak seksual dengan orang yang terinfeksi. Gejala gonore pada pria dapat bervariasi, tetapi yang paling umum adalah keluarnya cairan dari penis dan rasa sakit atau perih saat buang air kecil. Diagnosis gonore dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium, dan pengobatan melibatkan penggunaan antibiotik. Pencegahan gonore melibatkan penggunaan kondom, pembatasan jumlah pasangan seksual, dan pemeriksaan IMS rutin.
Jika Anda mencurigai diri Anda terinfeksi gonore, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Jangan tunda pengobatan, karena penundaan dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius.





Tinggalkan komentar