Nanah Pada Pria Gonore

Admin

Nanah pada Pria: Mengenal Gonore dan Cara Mengatasinya

Nanah pada Pria: Mengenal Gonore dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda mengalami keluarnya cairan tidak biasa dari penis? Atau mungkin terasa nyeri saat buang air kecil? Jika ya, ada kemungkinan Anda mengalami gonore, salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang umum terjadi. Salah satu gejala khas gonore pada pria adalah keluarnya nanah dari penis. Kondisi ini tentu saja sangat mengganggu dan membuat tidak nyaman. Artikel ini akan membahas tuntas mengenai nanah pada pria akibat gonore, mulai dari penyebab, gejala, cara diagnosis, pengobatan, hingga pencegahannya.

Ilustrasi nanah pada pria gonore

Ilustrasi nanah pada pria gonore

Apa itu Gonore?

Gonore adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini biasanya menginfeksi saluran kemih, rektum, dan tenggorokan. Gonore paling sering menyebar melalui hubungan seksual vaginal, anal, atau oral dengan seseorang yang terinfeksi. Ibu hamil yang terinfeksi gonore juga dapat menularkan infeksi ke bayinya selama persalinan.

Mengapa Gonore Menyebabkan Nanah pada Pria?

Bakteri Neisseria gonorrhoeae menyerang lapisan dalam uretra (saluran kencing) pada pria. Serangan ini memicu respons peradangan dari tubuh. Sel-sel darah putih dikirim ke area yang terinfeksi untuk melawan bakteri. Nanah yang keluar dari penis merupakan campuran dari bakteri mati, sel-sel darah putih, dan jaringan yang rusak akibat peradangan.

Ilustrasi nanah pada pria gonore

Gejala Gonore pada Pria

Gejala gonore pada pria biasanya muncul dalam waktu 2 hingga 30 hari setelah terinfeksi. Namun, beberapa pria mungkin tidak mengalami gejala sama sekali. Berikut adalah beberapa gejala umum gonore pada pria:

  • Keluarnya nanah dari penis (warna nanah bisa kuning, hijau, atau putih)
  • Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil
  • Sering buang air kecil
  • Nyeri atau bengkak pada salah satu testis
  • Sakit tenggorokan (jika terinfeksi melalui seks oral)

Perlu diingat, tidak semua pria dengan gonore mengalami semua gejala di atas. Beberapa mungkin hanya mengalami satu atau dua gejala saja. Jika Anda mengalami salah satu gejala di atas, sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Bagaimana Gonore Didiagnosis?

Diagnosis gonore biasanya dilakukan dengan mengambil sampel cairan dari uretra menggunakan kapas lidi. Sampel ini kemudian akan diperiksa di laboratorium untuk mendeteksi keberadaan bakteri Neisseria gonorrhoeae. Dokter mungkin juga akan melakukan tes urine untuk mendeteksi infeksi lain seperti klamidia, yang sering terjadi bersamaan dengan gonore.

Pengobatan Gonore pada Pria

Gonore dapat diobati dengan antibiotik. Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik suntik atau oral, tergantung pada tingkat keparahan infeksi. Penting untuk mengonsumsi antibiotik sesuai dengan petunjuk dokter dan menghabiskan seluruh dosis yang diberikan, meskipun gejala sudah mereda. Menghentikan pengobatan sebelum waktunya dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten terhadap antibiotik.

Selain itu, penting juga untuk mengobati pasangan seksual Anda, meskipun mereka tidak mengalami gejala. Hal ini untuk mencegah penyebaran infeksi dan mengurangi risiko reinfeksi.

Komplikasi Gonore yang Tidak Diobati

Jika tidak diobati, gonore dapat menyebabkan komplikasi serius pada pria, antara lain:

  • Epididimitis: Peradangan pada epididimis (saluran yang menyimpan dan membawa sperma). Epididimitis dapat menyebabkan nyeri, bengkak, dan bahkan infertilitas.
  • Penyebaran infeksi: Gonore dapat menyebar ke bagian tubuh lain, seperti prostat dan jantung. Infeksi yang menyebar dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius dan mengancam jiwa.
  • Infertilitas: Gonore yang tidak diobati dapat menyebabkan infertilitas pada pria.

Pencegahan Gonore

Cara terbaik untuk mencegah gonore adalah dengan menghindari perilaku seksual berisiko. Berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang dapat Anda lakukan:

  • Gunakan kondom: Selalu gunakan kondom lateks atau poliuretan setiap kali Anda berhubungan seks vaginal, anal, atau oral.
  • Batasi jumlah pasangan seksual: Semakin banyak pasangan seksual yang Anda miliki, semakin tinggi risiko Anda terinfeksi gonore atau PMS lainnya.
  • Lakukan pemeriksaan rutin: Jika Anda aktif secara seksual, lakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi gonore dan PMS lainnya.
  • Komunikasikan dengan pasangan: Bicarakan dengan pasangan Anda tentang riwayat seksual mereka dan pastikan mereka juga melakukan pemeriksaan rutin.
  • Hindari seks saat sedang mengalami gejala: Jika Anda mengalami gejala gonore, hindari berhubungan seks sampai Anda mendapatkan pengobatan dan dinyatakan sembuh.

Mitos dan Fakta Seputar Gonore

Ada banyak mitos yang beredar seputar gonore. Berikut adalah beberapa mitos dan fakta yang perlu Anda ketahui:

  • Mitos: Gonore dapat diobati dengan obat herbal atau tradisional. Fakta: Gonore hanya dapat diobati dengan antibiotik yang diresepkan oleh dokter.
  • Mitos: Anda dapat terinfeksi gonore melalui dudukan toilet atau handuk. Fakta: Gonore menyebar melalui kontak seksual langsung dengan orang yang terinfeksi.
  • Mitos: Jika Anda pernah terkena gonore, Anda tidak bisa terinfeksi lagi. Fakta: Anda dapat terinfeksi gonore berulang kali jika Anda berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala gonore, seperti keluarnya nanah dari penis, nyeri saat buang air kecil, atau nyeri pada testis. Semakin cepat Anda mendapatkan diagnosis dan pengobatan, semakin kecil risiko Anda mengalami komplikasi.

Jangan malu atau takut untuk memeriksakan diri ke dokter. Kesehatan seksual Anda penting, dan dokter dapat membantu Anda mendapatkan pengobatan yang tepat.

Kesimpulan

Nanah pada pria merupakan salah satu gejala khas gonore. Gonore adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Jika tidak diobati, gonore dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti epididimitis, penyebaran infeksi, dan infertilitas. Gonore dapat diobati dengan antibiotik. Cara terbaik untuk mencegah gonore adalah dengan menghindari perilaku seksual berisiko, seperti menggunakan kondom, membatasi jumlah pasangan seksual, dan melakukan pemeriksaan rutin.

Jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala gonore. Semakin cepat Anda mendapatkan pengobatan, semakin baik prognosis Anda.

Related Post

No comments

Tinggalkan komentar